Feeds:
Posts
Comments

DIAM ( II )

Terbenam dalam rinduEnjoytheSilence1
yang tak mampu diucapkan,
ia menyepi dalam heningnya sunyi alam.
Di antara gelapnya malam
getar jiwa telah memerangkapnya
dalam kenang yang tak pernah usai

DISAPPEAR ( II )

Jika waktu yang kau pikirFog-by-American-River-california-559084_1920_1440
dapat mengembalikan semua kenang
dan mampu menjemputku di masa kini,
aku sangsi.
Karna rasa,
luka,
mimpi,
serta memori masih tak mampu kupisahkan.
Biarlah kau dan aku tetap berdiri di sana
sampai keajaiban menghampiri.

DISAPPEAR

Setangkup rindumu,fog_lake
belum sempat tersemai di hati,
telah hilang dalam putaran waktu.
Takkan pernah jadi milik kau dan aku.
Lewat nada dan kata keyakinanku memudar,
rindu ini menjadi sia-sia…

Pat pat gu li pat
cepat lipat dengan cepat

Seringai iblis berjuta wajah dari kota sampai ke desa
dari gedung mewah sampai balai desa
berlomba-lomba… menjarah, merampok duit
seolah tak bertuan…

Mereka tak beranjak tua,
nafsu kekuasaan melilit sekujur tubuh
indera bersiaga memangsa harta rakyat
hawa nafsu jahat membelenggu nurani
uanglah tuhannya,
tanpa malu, …
berpesta di depan jelata miskin sengsara
mereka serigala rakus penghisap kekayaan Pertiwi
tak gentarkah mereka…
dengan azab sengsaraNya…?

THE PAST

Everybody has a secret (setiap orang mempunyai rahasia).
Temen-temen setuju dengan saya…?? Kali ini saya mau cerita tentang masa lalu (the past).
Pribadi kita seperti sekarang ini berhubungan dengan proses yang terjadi dengan kehidupan di masa lalu. Kejadian-kejadian di masa lalu bisa sangat mempengaruhi kehidupan masa kini. Baik kejadian yang menyenangkan atau yang menyusahkan.

Kalau bicara tentang masa lalu, umumnya banyak diartikan sebagai pengalaman buruk/tidak menyenangkan yang terjadi di kehidupan di waktu lampau. Coba ingat-ingat, kita sering terbelenggu dengan momen masa lalu yang melukai hati.
Bisa dikatakan menjadi pengalaman traumatis ketika kita mengingat masa lalu/pengalaman buruk/pahit.

Perasaan/emosi kita terutama kaum wanita menjadi begitu sensitif bila terkenang/teringat kejadian menyakitkan di masa lalu. Saya kasih contoh orang yang pernah mengalami broken heart. Patah hati adalah biasa. Sesuatu yang terjadi di perjalanan hidup manusia. Tapi pengalaman patah hati yang sangat menyakitkan di masa lalu tidak mudah dilupakan begitu saja. Hati masih berasa ditusuk-tusuk, sakit, luka ketika kenangan yang berhubungan dengan orang tersebut muncul kembali. Emosi menjadi tidak stabil, uring-uringan bahkan kadang-kadang menjadi paranoid (irasional).

Contoh lain, misal: Perempuan yang di masa lalunya dilecehkan secara seksual (sexual harassment)/diperkosa. Pengalaman itu akan terbawa di dalam alam bawah sadar, membayang-bayangi kehidupannya. Luka batin yang sulit sembuh.
Diperlukan waktu yang sangat panjang bagi kesembuhan untuk kasus di atas agar masa lalu tersebut tidak membelenggu kehidupan di masa depan.
Contoh-contoh lainpun banyak: kekerasan rumah tangga pada anak-anak, perceraian, dikhianati/ditipu oleh sahabat karib dan lain-lain. Temen-temen bisa menambahkannya sendiri bahwa setiap orang punya/pernah mengalami momen/masa lalu yang menyakitkan.

Teman-teman, tanpa kita sadari hidup yang kita hidupi sekarang ini selalu berkaitan dengan kejadian-kejadian masa lalu kita. Tidak ingin sebenarnya orang terperangkap dalam jebakan masa lalu yang menyakitkan. Tapi tidak mampu juga untuk bangkit total dan sembuh.

Saya juga punya pengalaman hidup yang menyakitkan di masa lalu. Sangat tidak nyaman dan saya tidak berhenti berjuang untuk bebas dari kenangan masa lalu yang sangat melukai.
Cara yang saya lakukan adalah merenungkan ayat-ayat suci (Firman Tuhan), berdoa, merubah cara berpikir sesuai dengan apa yang dikatakan kitab suci/perkataan Firman Tuhan tentang diri saya. Dan ini efektif, sangat membantu pemulihan batin yang terluka dalam.  Sejauh ini saya berterima kasih atas kasih karunia Tuhan yang menolong, memulihkan batin yang terkoyak menjadi baru/utuh kembali.

Bagaimana dengan masa lalu teman-teman..?
Apapun itu, hadapilah, terimalah, jangan ditekan/diabaikan seolah-olah kejadian tersebut tidak pernah terjadi/tidak pernah ada. Karena akan sangat membantu waktu kita memerlukan pertolongan/kesembuhan.
Saya banyak menemukan orang-orang yang “anehkepribadiannya. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik, mau menang sendiri/sangat egois, bertingkah laku berlebihan (cari perhatian). Kalau kita ngobrol-ngobrol dengan mereka, akhirnya diketahui ternyata orang-orang tersebut punya masa lalu tidak menyenangkan.

So… what are we going to do now..?? (sekarang apa yang harus kita lakukan…??)
Cari pertolongan segera. Miliki teman yang bisa sangat dipercaya (bisa sharing), berdoa dan kalau perlu ikuti terapi/konseling yang berhubungan dengan pemulihan jiwa. Menurut saya sangat efektif dan bagus sekali jika terapi/konseling sesuai dengan kepercayaan yang kita anut.
Jadi, tidak usah menyangkal masa lalu hidup kita. Tersenyumlah, karena Tuhan juga tersenyum kepada kita dan berkata: “Anak-Ku, apapun yang pernah terjadi di masa lalu mu, Aku tetap mengasihimu.” Kita diterima, dicintai tanpa syarat oleh DIA di atas sana.
Bukankah ini kabar yang menggembirakan…??
Selamat menikmati hari baru, hati baru, dan masa depan yang baru.

Salam cinta dari saya. :)

DIAM

Laki-laki yang menyimpan rasa di hatinya…
rapi…
sesekali dicurahkan isi jiwa,
aku tersenyum dan bersyukur,
mengenalnya seperti aku bercermin…
tulus dan murni
malam tanpa bintang…
ia telah pulang, mencari jati diri dalam bimbinganNya,
melalui FirmanNya,
ia temukan jawaban

( rinduku menjadi sempurna karena
kau tak di sisiku… )

FORGIVING

Siapa di antara kita yang tidak pernah menyakiti/melukai hati orang lain? Dengan ucapan, tindakan baik secara tidak sadar atau sengaja.
Tentu pernah bukan…?
Dengan mudahnya kita meminta maaf atau malah cuek saja.

Lain ceritanya kalau soal memaafkan orang lain. Susah dan penuh perjuangan. Kenapa..? Karena harga diri/ego kita terganggu. Kita merasa disakiti, didzolimi, dan kita tidak bisa memaafkan kesalahan mereka. Interaksi/hubungan antar manusia baik dalam keluarga, persahabatan, bisnis dan lain-lain tidaklah mungkin akan steril dari kemungkinan saling menyakiti/berbuat kesalahan.

Ada memang orang yang hobbynya menyakiti orang dengan sengaja. Mungkin karena hidupnya tidak bahagia, penuh kepahitan, hidup terlalu tertekan sehingga melampiaskan seluruh perasaan yang di hati dengan cara melukai orang lain.

Forgiving (memaafkan)….
Ini adalah suatu keputusan. Perasaan terluka/tertolak karena pernah disakiti, bahkan dilukai sangat berat memerlukan waktu untuk pulih. Bahkan sampai ada ucapan: “Sampai tujuh turunan ngga akan memaafkannya”.
Kita merasa berhak untuk diperlakukan adil, dimengerti dan diterima oleh orang lain. Jadi ketika orang lain menyakiti baik secara terang-terangan maupun tertutup (gossiping) kita meledak menjadi marah, bahkan sangat marah. Yang ujung-ujungnya tidak bisa/mampu memaafkan mereka.

Saya sangat mengerti bahwa memaafkan tidak mudah. Perlu keputusan kuat dari dalam diri, dalam doa, dan tindakan untuk dapat mengampuni/memaafkan orang-orang yang menyakiti hati. Saya pernah mengalami masa yang panjang sekali untuk benar-benar memaafkan/mengampuni orang yang bersalah. Saya bisa tahu bahwa saya masih menyimpan rasa marah/tidak menerima ketika hal-hal yang berhubungan dengan orang/peristiwa tersebut kembali teringat. Saya jadi bete, uring-uringan karena masih sakit/terluka. Rasanya saya sudah memaafkan/mengampuni.
Apa yang saya lakukan? Saya berdoa, menangis, mengadu kepada Tuhan bahwa saya sudah memaafkannya. Tindakan ini menurut saya adalah tindakan iman, walau proses untuk lepas dari ikatan sakit hati/kekecewaan harus dilewati. Karena kadangkala muncul tanpa saya undang.

Forgiving (memaafkan) adalah tindakan dari suatu kerendahan hati bahwa kita semua bisa bersalah dan tak sempurna. Ya… memerlukan waktu/proses untuk benar-benar “terlepas” dari kepedihan karena disakiti.

Unforgiving (tidak memaafkan) akan merugikan diri sendiri.
Hidup menjadi pahitkata-kata dan tindakan akan menjadi sinis kepada orang lain karena hati tidak bahagia. Kita menyimpan bahkan menyuburkan rasa kecewa menjadi makin besar sehingga mempengaruhi kita menjalani kehidupan ini. Perhatikan orang-orang yang susah mengampuni/memaafkan, hidupnya menjadi “keras”, suram dan … akhirnya melukai orang lain juga.

Memaafkan diri sendiri juga sangat penting. Kita berdamai dengan hati. Mesti percaya waktu kita berdoa… memaafkan diri, Tuhan mengampuninya dan melupakan. Jangan simpan rasa kecewa/tidak bisa memaafkan diri  berlama-lama. Yang rugi diri sendiri.
Perlu rileks/lepaskan semua hal-hal yang negatif, yang mengecewakan, yang melukai hati dan hidup kita. Teman-teman, ini perlu dilatih setiap hari. Karena kita berinteraksi dengan orang lainpun setiap hari. Jadi potensi kita disakiti dan menyakiti orang lain, sadar atau tidak tentu sulit dihindari.

Forgiving (memaafkan) … adalah kekuatan yang datang dari Tuhan. Kita semua tidak mampu untuk memaafkan kesalahan orang. Dengan kekuatan sendiri, dengan logika, dengan berbagai cara…. mengampuni adalah sesuatu yang mustahil.
Teman-teman boleh merenungkan diri sejenak, benarkah pernyataan saya di atas.

Let’s forget and forgive (mari lupakan dan ampuni)
Salam dari saya… maafkan juga saya kalau tulisan ini tidak berkenan di hati anda :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.